Minggu, 28 Januari 2024

SUB-PIN POLIO: MENGAPA HARUS?

Pemerintah mencanangkan program Sub-PIN Polio pada awal Januari 2024. Program ini menyasar anak anak balita dan anak sekolah sampai usia 8 tahun. Program tersebut merupakan tindak lanjut adanya dua temuan kasus terkonfirmasi polio di Klaten dan Madura. Sebenarnya, ini bukanlah temuan pertama setelah pada tahun 2014 Indonesia dinyatakan bebas polio. Sebelumnya,  terdapat tiga temuan kasus polio di Aceh dan satu kasus di Jawa Barat.

vaksin polio
Gambar 1. Pemberian vaksin Polio oral pada anak ( )

Beberapa pertanyaan yang sering muncul di masyarakat terkait Polio dan Program Sub-PIN Polio antara lain:

Apakah penyakit Polio itu dan bagaimana penularannya?
Poliomyelitis atau Polio adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus Polio. Penyakit ini terutama di alami oleh anak balita. Virus menular melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh virus Polio. Kelompok yang rentan terinfeksi virus ini adalah anak-anak dan kelompok dengan imunitas rendah.

Apa gejala dan tanda penyakit Polio?
Gejala infeksi polio sangat bervariasi. Seringkali, orang yang tertular tidak mengalami gejala (asimtomatik) dan tidak memiliki gejala sisa. Sebagian yang lain mungkin mengalami gejala ringan, kelumpuhan, bahkan sampai mengalami kematian. Hal tersebut sangat ditentukan oleh status imunitas pasien.

Kapan Sub-PIN Polio dilaksanakan?
Sub-PIN dilaksanakan serentak di 3 (tiga) wilayah, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai tanggal 15 Januari 2024. Anak-anak yang menjadi kelompok sasaran akan diberikan 2 (dua) kali vaksinasi polio dengan jeda waktu satu bulan. Vaksin diberikan dalam bentuk tetes oral.

Apakah manfaat Sub-PIN bagi anak?
Vaksinasi polio pada program Sub-PIN Polio bertujuan untuk meningkatkan imunitas anak terhadap virus Polio yang mungkin berkembang dan mencemari lingkungan, terutama di daerah sekitar ditemukannya kasus Polio. 

Bagaimana cara mengikuti Sub-PIN Polio?
Sub-PIN Polio dilaksanakan di fasilitas kesehatan dan sekolah. Karena itu, orangtua dapat membawa anaknya ke Puskesmas, faskes lain dan juga Posyandu di dekat tempat tinggalnya. Petugas Puskesmas juga menyediakan layanan vaksinasi melalui sekolah dasar untuk menyasar anak sekolah (sampai usia 8 tahun).

Apakah kontraindikasi anak mengikuti Sub-PIN Polio?
Vaksin Polio tidak boleh diberikan pada anak yang memiliki riwayat alergi terhadap vaksin Polio, anak yang sedang mengalami diare, sakit berat disertai demam, anak dengan imunitas rendah, atau anak yang sedang mendapatkan terapi imunosuppresan (obat yang menekan sistem imun).

Apakah komplikasi pemberian vaksin polio tetes?
Pemberian vaksin Polio secara tetes tidak menimbulkan komplikasi seperti demam pada anak. 

Vaksinasi Polio bertujuan untuk meningkatkan kekebalan anak, mengurangi risiko penularan, serta mencegah gejala berat. Karena itu, jangan ragu untuk membawa anak untuk mendapatkan vaksin Polio!



Referensi

  1. Chumakov K, Ehrenfeld E, Agol VI, Wimmer E. Polio eradication at the crossroads. Lancet Glob Health. 2021 Aug;9(8):e1172-e1175. doi: 10.1016/S2214-109X(21)00205-9. Epub 2021 Jun 9. PMID: 34118192.  link 
  2. Minor PD. An Introduction to Poliovirus: Pathogenesis, Vaccination, and the Endgame for Global Eradication. Methods Mol Biol. 2016;1387:1-10. doi: 10.1007/978-1-4939-3292-4_1. PMID: 26983727. link
  3. Pucchio AMR, Alabdulraheem A, Salvadori MI. Polio. CMAJ. 2022 Nov 15;194(44):E1509. doi: 10.1503/cmaj.221320. PMID: 36379554; PMCID: PMC9828935.  link
  4. The Lancet Microbe. Polio eradication, elusive but achievable. Lancet Microbe. 2023 Dec;4(12):e963. doi: 10.1016/S2666-5247(23)00371-3. PMID: 38042153. link
  5. World Health organization. 2023. Poliomyelitis. link
  6. www.polioeradication.org 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CEGAH STUNTING DARI DINI

image source: pexels.com   image source: pexels.com