![]() |
Beberapa waktu terakhir, mungkin ayah dan bunda sering mendengar suatu penyakit yang oleh masyarakat awam dikenal dengan nama "Flu Singapura". Bahkan mungkin banyak orangtua yang panik dan khawatir kalau anaknya akan tertular penyakit ini. Karena itu, saya mengajak ayah bunda mengenal apa itu "Flu Singapura" sehingga kita bisa melakukan upaya pencegahan, cepat mengenali gejalanya, dan juga tahu harus bertindak seperti apa jika anak terinfeksi penyakit ini.
Apa itu Flu Singapura?
Flu Singapura merupakan salah satu penyakit infeksi yang sangat menular. Penyakit ini paling banyak dialami oleh bayi dan balita. Namun, penyakit ini sebenarnya juga bisa dialami oleh orang dewasa. Penyakit ini terutama disebabkan oleh infeksi virus Coxsakie A type 16, atau bisa juga disebabkan oleh strain lain virus Coxsakie atau Enterovirus. Flu Singapura dikenal juga dengan HFMD (Hand Foot Mouth Disease) karena gejala dan tanda paling sering ditemukan pada tangan, mulut, dan kaki.
Gejala dan Tanda
Pada sebagian besar kasus, pasien hanya menunjukkan gejala ringan, tidak berbahaya, serta dapat dirawat di rumah. Beberapa gejala yang sering ditemukan adalah demam ringan, penurunan nafsu makan, kurang enak badan, dan keluhan seperti flu. Selain itu, gejala dan keluhan yang paling banyak dialami anak adalah nyeri pada rongga rongga mulut karena adanya luka ruam di mukosa, terutama pada sisi pipi bagian dalam, lidah, langit-langit, dan tenggorokan. Hal ini menyebabkan penurunan nafsu makan pada anak. Mereka lebih memilih minum daripada makan.
Bercak ruam juga menyebar pada kulit di area kaki dan tangan, lengan, dan pantat. Lesi kulit berukuran 2-6 milimeter, berwarna kemerahan, tidak gatal, tidak nyeri, dan disertai benjolan kecil (bintil) berisi cairan (bukan nanah). Benjolan ini dapat pecah dan menimbulkan luka yang dapat hilang tanpa bekas.
Penatalaksanaan
Karena HFMD disebabkan oleh virus, maka antibiotika tidak direkomendasikan untuk diberikan. Perawatan yang bisa kita berikan kepada anak yang mengalami HFMD adalah dengan mengurangi gejala (simtomatik). Untuk membantu mengatasi demam dan keluhan nyeri, kita bisa memberikan parasetamol atau obat pengurang nyeri non steroid.
Hal yang tidak kalah pentingnya adalah ayah dan bunda harus mengupayakan agar anak tetap mendapatkan asupan nutrisi dan cairan yang cukup. Kita dapat memberikan makanan dalam bentuk yang lebih lunak, misal dalam bentuk bubur, tim, atau makanan yang diblender. Asupan cairan sangat penting, karena pada kondisi sakit, anak rentan mengalami dehidrasi. Selain itu, kita juga bisa menambahkan suplemen multivitamin. Hal tersebut akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak sehingga akan mempercepat penyembuhan.
Meskipun biasanya HFMD dapat sembuh sendiri, terdapat beberapa keadaan yang harus mendapatkan perhatian. Orangtua sebaiknya membawa anak ke tenaga atau fasilitas kesehatan jika:
- Anak tidak dapat minum secara normal dan dikhawatirkan ia mengalami dehidrasi.
- Demam anak Anda berlangsung lebih dari 3 hari.
- Gejala tidak membaik setelah 10 hari.
- Anak Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (kemampuan tubuh untuk melawan kuman dan penyakit).
- Gejala cukup berat, antara lain: dehidrasi, lepasnya kuku jari kaki dan tangan, atau terdapat gejala tanda meningitis (demam, kaku kuduk, nyeri tulang belakang/punggung hebat)
- Anak Anda masih sangat kecil, terutama di bawah 6 bulan.
Penularan dan Pencegahan
HFMD bersifat sangat mudah menular. Penularan virus melalui saluran pernapasan dan saluran cerna, misalnya melalui makanan yang terkontaminasi virus. Karena penyakit ini banyak dialami bayi dan balita, maka kita perlu mewaspadai penularan di tempat penitipan anak atau sekolah/play group.
Lalu bagaimana upaya pencegahan yang bisa kita lakukan? Tentu sebagaimana pepatah lama "Mencegah lebih baik daripada mengobati", orangtua tentu akan berupaya agar anak tidak tertular HFMD ini. Beberapa hal yang penting untuk mencegah atau mengurangi penularan antara lain:
- menjaga kebersihan atau higiene pribadi dan anggota keluarga, misal dengan cara yang sederhana yaitu mencuci tangan dengan sabun dan menutup hidung saat bersin.
- membatasi kontak dengan orang yang sakit
- meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, membiasakan olahraga dan istirahat yang cukup
Catatan penting bagi orangtua yang memiliki anak yang sakit adalah untuk membatasi kontak anaknya yang sakit dengan orang sehat. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko menularkan. Jadi selama sakit, sebaiknya anak dirawat di rumah dan tidak banyak dibawa ke tempat umum, misalnya TPA atau sekolah.
Bagaimana? Semoga artikel ini bermanfaat ya.
see u
Referensi
- CDC, 2023, Hand, Foot, and Mouth Disease Hand, Foot, and Mouth Disease | CDC
- Guerra AM, Orille E, Waseem M. Hand, Foot, and Mouth Disease. [Updated 2023 Mar 4]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431082/
- Hand, foot, and mouth disease in adults: Symptoms and treatment (medicalnewstoday.com)


